“Nda sudah di kampus?” “Iya. Baru banget beres parkir,” jawabnya. “Akang?” “Sudah di parkiran rumah sakit, tinggal nyari yang kosong nih,” tanggapku. “Hari ini Nda kuliah pagi atau ada acara orientasi maba?” “Orientasi, Akang. Kuliahnya nanti jam delapan.” “I see,” tanggapku seraya memarkir mobilku di area parkir dokter. “Tadi Nda dan Papi Mami berangkat bareng. Palingan beliau berdua sudah mau sampai.” “Sudah sampai kok, sayang. Akang lihat mobilnya tadi.” Helaan panjang Amanda sampai ke telingaku. “Kenapa?” “Pengen nemenin Akang aja.” “I know. And that’s enough. Sampai hari Jumat.” Amanda terkekeh. “Kalau Sabtu Minggu wajib ketemu ya? Nggak bisa sekadar tau kalau Nda selalu dukung Akang?” Aku mengangguk. “Iya dong.” “Nggak kapok-kapok dimarahin Papi.” “Dua-duanya nggak ada

