Setelah keluar dari ruang dosen pembimbingnya dengan wajah yang jauh lebih ringan, Arman masih sempat berhenti di lorong untuk berbincang lagi dengan beberapa teman dekatnya. Mereka kembali menyalaminya, menepuk bahunya, bahkan ada yang bercanda minta traktiran lebih dari sekali. "Ayo lah, Man. Jangan cuma ucapan doang," kata salah satu temannya. Arman tertawa. "Iya, iya. Makanya aku bilang tadi. Kita makan malam di Milan Cafe." Sorakan langsung pecah. "Wihh mantap!" "Fix hadir!" "Jam berapa?" "Jam setengah tujuh ya, aku tunggu di sana," kata Arman mantap. "Okeee." Beberapa dari mereka bahkan sudah mulai membuka grup chat untuk memastikan semua datang. Euforia itu belum sepenuhnya reda. Bagi mahasiswa kedokteran, lulus sidang skripsi seperti menuntaskan satu tanjakan panjang yang

