Nikah Yuk!

3226 Words

Mereka duduk berhadapan di cafe yang dulu hampir selalu mereka datangi setiap selesai nonton. Tempatnya tidak terlalu ramai sore itu. Musik mengalun pelan, aroma kopi bercampur dengan wangi roti panggang dari dapur terbuka. Dede baru saja memasukkan satu sendok kecil kue ke dalam mulutnya ketika Arsya, tanpa aba - aba, berkata santai seolah sedang membahas cuaca. "Kita nikah yuk, De." "Uhuk ... uhukk!" Dede langsung tersedak. Wajahnya memerah seketika. Ia menutup mulut sambil batuk keras. Arsya refleks berdiri sedikit dari kursinya, menepuk - nepuk punggung Dede pelan. Mereka sempat jadi perhatian orang. "Pelan - pelan, astaga," katanya, setengah panik setengah menahan tawa. Arsya segera mengambil botol air putih yang masih penuh di atas meja, membukanya, lalu menyodorkannya ke Dede.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD