Kompor Meledug

2053 Words

Arsya meninggalkan rumah Dede ketika malam sudah benar - benar turun. Jam di dashboard mobilnya menunjukkan pukul sembilan. Ia keluar dari perumahan rumah Dede dengan perasaan yang masih terasa bahagia setelah menghabiskan hampir seharian bersama pacarnya itu. Mobilnya melaju tenang menyusuri jalan kota yang perlahan mulai sepi. Beberapa kendaraan masih melintas, tetapi tidak lagi seramai sore tadi. Arsya menyandarkan punggungnya lebih nyaman di kursi sambil memegang setir dengan santai, pikirannya masih dipenuhi potongan - potongan kejadian hari ini bersama Dede. Dari makan siang santai di rumah Dede, berkeliling proyek, sampai pertemuan tidak sengaja dengan Valen di kafe yang berujung pada sikapnya sendiri yang sedikit… posesif. Ia bahkan sempat tertawa kecil saat mengingat bagaimana De

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD