Sabtu sore itu rumah terasa hangat dan tenang. Dede duduk santai di ruang tengah bersama Papa dan Mamanya, bersandar di sofa empuk yang sudah menemani keluarga itu bertahun - tahun. Sejak siang tadi, Dede sudah mengurung diri di kamar untuk belajar menghadapi ujian hari Senin nanti. Sekarang kepalanya terasa sedikit ringan, pikirannya tidak lagi penuh rumus dan catatan. Papa Sapta dan Mama Indah baru saja pulang dari rumah saudara Papa Sapta. Dari sana, mereka membawa oleh - oleh bolu gulung keju, kesukaan Dede sejak kecil. Bolu itu sudah terpotong rapi di piring, keju parutnya tampak menggoda. Mama Indah menuangkan teh hangat tawar ke dalam cangkir - cangkir kecil sebagai penyeimbang rasa, aroma teh melatinya menyebar pelan di ruangan. "Ujian apa hari Senin nanti, De?" tanya Mama Indah

