Membicarakan Masa Depan

1604 Words

Mobil Arsya meluncur pelan meninggalkan area kampus Dede. Hari semakin siang, meski belum masuk jam makan siang, tapi sudah dekat. Dede duduk di kursi penumpang sambil memainkan ponselnya. "Kita makan di mana?" tanya Dede. Arsya meliriknya sekilas. "Ke tempat biasa aja." "Yang mana maksudnya?" "Tempat nasi padang itu lah." Dede langsung menoleh. "Yang dekat simpang itu?" "Iya. Aku kangen nasi padang itu." Dede tersenyum kecil. "Sudah ditulis daftar makanan yang mau di makan selama disini?" "Nggak usah dicatat pun aku ingat." "Padahal dulu sudah sering kali lho makan nasi padang itu, nggak bosan, ya?" "Dulu kan beda. Dulu makan biasa aja, kalo sekarang walau makan saa cewek yaang sama, tapi kan statusnya beda, pacar resmi." "Ckk ... nggak ada hubungannya," ucap dede sambil menole

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD