Ke Kampus Dede

3208 Words

Pagi itu suasana rumah Arsya sudah lengang. Matahari sudah naik dan terik, tapi udara Medan belum terlalu panas. Mobil Bang Zaki berhenti pelan di depan rumah besar bercat krem itu tepat pukul delapan kurang lima menit. "Sudah sampai, De," kata Bang Zaki sambil menoleh ke belakang. Dede yang sejak tadi menatap keluar jendela langsung tersadar. Ia menarik napas pelan, berusaha terlihat biasa saja meskipun jantungnya berdetak agak lebih cepat dari biasanya. "Iya, Bang. Makasih ya." Bang Zaki tersenyum tipis. "Baleknya cemana nanti, kabari aja, ya." Dede mengangguk,"Iya, tapi kayaknya sama Arsya." "Oke lah." Lalu Dede turun dari mobil. Pintu pagar dibuka oleh penjaga depan dan langsung mengenali Dede. "Mobillnya mau masuk nggak, kak?" tanyanya yang hanya membuka setengah pagar tinggi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD