"Kita makan di sini saja ya, bang. Mama lagi pengen makan nasi goreng buntutnya," kata Mama Ida begitu Arman selesai duduk di sebelah Tanti. "Iya, Ma. Aku juga memang suka makan di sini," jawab Arman sambil menarik kursinya sedikit lebih dekat ke meja. "Tanti sudah pesankan sate. Katanya abang suka sate di sini," lanjut Mama Ida. Arman tersenyum, lalu menoleh ke arah Tanti yang duduk di sampingnya. "Iya, bumbunya enak," kata Arman memberi alasan singkat, tetapi tatapannya ke Tanti sedikit lebih lama dari biasanya, seperti ingin mencari respons yang lebih dari sekadar jawaban. Tanti tidak membalas tatapan itu. Ia hanya menyesuaikan posisi duduknya dan merapikan sendok di depannya. Mama Ida yang memperhatikan interaksi kecil itu kemudian bertanya, "Nggak ada keperluan apa - apa kan tadi

