Dede Jadi Berpikir

2108 Words

Setelah sampai di rumah Dede, tentu saja mereka tidak belajar lagi. Buku - buku hanya dibiarkan menumpuk rapi di sudut meja, seolah menjadi saksi dua sahabat sedang menikmati pisang goreng dan kopi s**u gula aren. Udara di ruang tengah terasa dingin karena Ac masih menyala, nyaris membuat malas gerak, berbeda jauh dari suasana tegang di cafe tadi. Wajah Arsya sama sekali tidak menunjukkan tanda - tanda resah atau gelisah memikirkan tatapan tadi. Ia terlihat santai, bersandar di sofa sambil mengunyah. Hal itu justru membuat Dede heran. Seharusnya, setelah kejadian tadi, Arsya tampak gelisah atau setidaknya canggung. Namun yang ada, laki - laki itu malah terlihat seperti tidak punya beban apa pun. "Kamu betulan nggak apa - apa, Sya?" tanya Dede, sekadar meyakinkan saja. Arsya yang masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD