"Waktu pembagian wajah, aku ke paling belakang kayaknya ini," bisik Tanti ke arah Dede sambil sedikit menunduk. "Makanya cuma dapat asam lambungnya aja." Dede langsung menahan senyum. Ia refleks menutup mulutnya dengan tangan, takut ketahuan tertawa di tengah suasana yang sedang ramai. Tanti memang selalu bisa melontarkan komentar aneh di waktu yang tidak tepat. "Kasihan kali aku dengarnya," balas Dede pelan, nadanya sengaja dibuat serius meski matanya berkilat menahan tawa. Makan malam di rumah eyang Nino berlangsung hangat, meski tamunya cukup banyak. Awalnya hanya mereka berempat, ditambah eyang Nino, mas Dhannis yang baru pulang praktik, dan mas Dharren yang kebetulan mampir. Namun setelah makan malam hampir selesai, suasana makin ramai ketika Om Wika dan Bang Shaka datang karena ad

