THE SECOND WAVE

2272 Words

Angin malam kembali menggulung di atas Pont Alexandre III, tetapi kini tidak membawa ancaman laser merah atau napas maut para sniper. Hanya dua orang yang berdiri saling menatap—Dominick Yunglow dan Elira Laurent—dengan jarak yang dipisahkan oleh kebohongan, masa lalu, dan satu nama yang cukup untuk menghancurkan kendali sang Silent Emperor. Henry Valmont. Ayah Sherina. Satu-satunya pria yang membuat Dominick menurunkan pistol tanpa sadar. Napas Dominick mengeras. "Ulangi," katanya pelan, suaranya tajam seperti ujung belati. "Apa hubungan ayah mertuaku dengan kematianmu, Elira?" Suara itu terdengar serius. Elira menelan ludah dengan pahit. Tangan yang tadi gemetar kini bertumpu pada dinding jembatan, mencoba menjaga tubuhnya tetap stabil. "Kalau aku mati... kode akses terakhir menuju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD