Bab 110

3311 Words

Uap mengepul, memeluk erat bilik kaca kamar mandi. Aroma sabun melati dan citrus menguar, memenuhi setiap sudut, membuai Indra. Zenia berdiri di bawah pancuran, air hangat membelai kulitnya, membasuh lelah hari. Rambut hitamnya yang panjang basah kuyup, menempel di punggung telanjang, tetesan air menelusuri lekuk tubuhnya, dari bahu hingga pinggang, lalu menghilang di antara paha. Mata terpejam, ia menikmati setiap sentuhan, desah halus meluncur dari bibir ranumnya. Matteo berdiri di ambang pintu, terpaku. Punggung Zenia terpapar sepenuhnya, kulitnya yang bersih dan mulus berkilauan di bawah cahaya remang. Lekukan pinggangnya, pantatnya yang bulat dan kencang, paha dalamnya yang terlihat samar di balik uap, semua memanggilnya. Gairah membuncah, mengalir deras dalam darahnya. Ia tidak bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD