Bab 109

630 Words

Matteo berdiri kaku di kamar mandi dengan handuk disampirkan di bahunya, menatap anjing kecil itu yang kini berada di dalam bak mandi dengan tubuh mungilnya sudah basah setengah. Air hangat masih mengalir pelan dari keran, menciptakan suara gemericik yang justru membuat kepalanya semakin penuh. Ia tidak pernah membayangkan sore harinya akan dihabiskan dengan tugas seperti ini, memandikan makhluk kecil berbulu yang sejak awal sudah membuatnya merasa tersaingi. Anjing kecil itu menatapnya dengan mata bulat polos, telinganya sedikit terkulai, seolah sama sekali tidak merasa bersalah. Matteo menghela napas panjang, lalu meraih botol sampo khusus hewan peliharaan yang tadi Zenia siapkan dengan rapi di pinggir bak. Gerakannya kaku, tidak terbiasa, bahkan cenderung canggung. Ketika cairan sampo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD