Bab 111

2582 Words

Matteo mengangkat jasnya dari gantungan, menatap cermin sejenak, merapikan dasinya, bersiap untuk berangkhat ke kantor. Udara pagi terasa segar, namun Matteo merasa ada sesuatu yang aneh. Langkahnya mulai tertahan ketika ia merasakan tatapan kecil yang intens dari Lucky. Anjing itu duduk di depan pintu, ekornya mengibas pelan, mata bulatnya menatap Matteo dengan intens, seolah ingin berkata: “Aku ikut! Jangan tinggalkan aku!” Matteo menghela napas panjang, menunduk menatap Lucky. Ia menggeram pelan, merasa lucu sekaligus kesal. “Lucky… kau serius?” gumamnya, menepuk kepala anjing itu. Lucky menjilat tangannya dengan antusias, melompat sedikit, kemudian kembali menatap Matteo dengan ekspresi memelas tapi penuh tekad. Zenia yang duduk di kursi ruang tamu, menyesap kopi sambil tersenyum kec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD