Hari itu Zenia memutuskan ikut mengantar makan siang untuk Matteo ke kantor. Sudah lama ia tidak datang langsung sejak kehamilannya makin besar dan renovasi rumah menyita perhatian. Aidan yang mendengar rencana itu langsung minta ikut. “Aku mau lihat kantor Papa,” katanya penuh semangat. Zenia tersenyum. “Boleh. Tapi jangan lari-lari.” Mobil berhenti di depan gedung kantor yang menjulang rapi dengan kaca besar memantulkan cahaya siang. Aidan mendongak kagum. “Papa kerja di sini setiap hari?” “Iya,” jawab Zenia lembut. Begitu mereka masuk ke lobi, resepsionis langsung berdiri. “Selamat siang, Bu Zenia.” Zenia tersenyum hangat. “Selamat siang.” Aidan berdiri lebih tegak, merasa sedikit bangga. Beberapa karyawan yang lewat langsung menunduk sopan. “Siang, Bu.” “Siang.” Zenia meng

