Bab 186

2797 Words

Sore itu langit cerah dengan angin yang tidak terlalu kencang. Halaman belakang rumah terlihat lebih hidup sejak renovasi selesai dan Zenia mulai sering keluar untuk sekadar duduk menikmati udara. Namun hari ini bukan sekadar duduk. Zenia berdiri di atas tanah yang baru saja digali kecil-kecil. Di sampingnya ada beberapa polybag dan satu sekop kecil. Di depannya, tiga bibint mawar merah sudah tertanam rapi. Ia mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan. Perutnya yang besar membuat gerakannya jauh lebih lambat. Setiap kali membungkuk, ia harus berhenti sejenak untuk menarik napas. Namun wajahnya terlihat puas. “Akhirnya,” gumamnya pelan. Ia menepuk tanah di sekitar batang mawar dengan lembut. Langkah kaki terdengar dari pintu belakang. Matteo berdiri di sana dengan kedua t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD