Bab 152

976 Words

Zenia duduk di sofa dengan selimut tipis menutup kakinya. Televisi menyala di depan, menayangkan acara yang tidak benar-benar ia perhatikan. Tangannya sibuk memijat pelan betisnya sendiri, sementara matanya sesekali memejam karena lelah. Lalu tiba-tiba layar berganti iklan. Musiknya ceria, gambarnya penuh warna. Cokelat ditampiilkan dipatahkan, lelehan cokelat mengkilap, lalu muncul tulisan besar tentang varian rasa baru. Zenia langsung menegakkan punggungnya. Matanya menatap layar tanpa berkedip. Ada perasaan aneh yang langsung muncul di dadanya, campuran antara lapar, ingin, dan rasa tidak sabar yang sulit dijelaskan. Ia menelan ludah, lalu tanpa sadar memegang perutnya sendiri. “Yang itu,” gumamnya pelan. “Aku mau yang itu.” Iklan itu menampilkan SilverQueen rasa matcha. Warna hijau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD