Bab 153

848 Words

Hujan turun sejak sore, awalnya rintik, lalu berubah jadi deras. Suaranya terdengar jelas di atap rumah, ritmenya pelan tapi terus-menerus, seperti tidak punya niat berhenti dalam waktu dekat. Zenia berdiri di dekat jendela, memandangi hhalaman yang mulai basah dan jalan kompleks yang terlihat sepi. Di belakangnya, Matteo sedang membantu Aidan memakai jaket tipis. Aidan tampak bersemangat, melonjak kecil di tempat, meski hujan di luar jelas tidak ramah. “Kita beli permen kapas saja, sebentar,” kata Matteo sambil merapikan resleting jaket Aidan. “Nanti langsung pulang.” Zenia langsung menoleh. “Aku ikut.” Matteo dan Aidan hampir bersamaan menoleh ke arahnya. “Tidak,” kata Matteo cepat, terlalu cepat sampai Zenia langsung mengerutkan dahi. Aidan ikut mengangguk, ekspresinya serius. “Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD