Bab 151

837 Words

Zenia berdiri di depan cermin kamar, merapikan rambutnya pelan-pelan. Gaun yang ia pilih sederhana, tidak berlebihan, tapi jatuhnya rapi di tubuhnya. Ia menatap bayangannya sendiri beberapa detik, memastikan semuanya nyaman dan tidak bmembuatnya sesak. Tangannya sempat menyentuh perutnya yang mulai terlihat, lalu ia tersenyum kecil. Matteo yang sejak tadi bersandar di kusen pintu memperhatikan tanpa berkata apa-apa. Tatapannya lama, lalu ia berdehem kecil. “Kamu cantik sekali,” katanya akhirnya, setengah berdecak, setengah menghela napas. Zenia menkoleh. “Kenapa berdecak begitu?” Matteo mendekat beberapa langkah. “Takut nanti banyak yang melirik kamu.” Zenia tertawa kecil, lalu mendekat dan mencium pipi Matteo dengan cepat. “Aku cuma cinta kamu.” Matteo tersenyum, tapi masih terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD