Pagi di vila itu terasa semakin hidup. Cahaya matahari sudah masuk penuh melalui jendela besar. Udara dingin perlahan menghangat, membawa aroma rumput dan tanah basah dari luar. Di dalam ruang keluarga, suasana jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi ketegangan yang menempel di setiap sudut. Yang ada sekarang… Suara tawa kecil. Aidan duduk di lantai dengan kaki bersila. Di depannya terbuka buku gambar besar dan beberapa pensil warna yang berserakan. Ia sedang menggambar sesuatu dengan serius—sebuah mobil besar, seperti biasa, dengan garis-garis yang masih belum sempurna. Di sebelahnya… Althea. Bayi kecil itu duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan, tangannya bertumpu di lantai. Matanya fokus pada gerakan tangan kakaknya. Lalu… Ia mulai bergerak. Pelan. Merang

