Beberapa hari setelah kejadian itu, Matteo membuat keputusan yang tidak ia katakan sebelumnya kepada siapa pun. Bukan keputusan bisnis. Bukan soal Jefri. Tapi tentang keluarganya. Tentang Zenia. Tentang Aidan. Dan Althea. --- Pagi itu, suasana rumah terasa sedikit berbeda. Zenia sedang melipat pakaian di kamar ketika Matteo masuk tanpa suara. Pria itu berdiri di dekat pintu beberapa detik, memperhatikan istrinya. Zenia terlihat lelah. Bukan karena pekerjaan. Tapi karena pikirannya tidak pernah benar-benar istirahat sejak malam itu. "Ada yang mau kubicarakan." Zenia menoleh. "Apa?" Matteo berjalan masuk. "Kita pergi." Zenia mengerutkan kening. "Pergi ke mana?" Matteo menatapnya. "Liburan." Satu kata itu membuat Zenia terdiam. "Liburan?" Matteo mengangguk. "Beberapa

