Bab 146

1018 Words

Zenia memang terbangun lebih siang dari biasanya pagi itu. Kepalanya masih terasa berat, tubuhnya lengket oleh rasa lelah yang tidak kunjung pergi sejak kehamilan masuk minggu-minggu ini. Ia sempat bherbaring beberapa menit lebih lama, menatap langit-langit kamar, memastikan mualnya tidak datang tiba-tiba. Setelah merasa cukup stabil, Zenia bangkit perlahan, memakai sandal rumah, lalu melangkah keluar kamar. Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Langkahnya menuruni tangga pelan, satu tangannya refleks memegang pagar tangga. Begitu sampai di ruang tengah, Zenia langsung melihat Aidan duduk di lantai, tubuh kecil itu dikelilingi mobil-mobilan yang tersusun tidak beraturan. Aidan terdengar bhersuara pelan, menirukan suara mesin mobil dengan mulutnya sendiri. Zenia berhenti sejenak, mempe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD