Malam mulai turun perlahan di kompleks itu. Lampu-lampu taman menyala satu per satu. Suasana kembali tenang setelah suara sepeda dan tawab anak-anak mereda. Zenia sudah masuk ke dalam rumah bersama Aidan untuk membersihkan luka kecil di siku dan mengganti bajunya. Matteo berdiri sebentar di teras, memperhatikan sekitar dengan kebiasaan refleks yang belum sepenuhnya hilang sejak kejadian penculikan bdulu. Dan saat itulah ia melihatnya. Di ujung jalan, tidak terlalu jauh dari gerbang kompleks, sebuah mobil terparkir dengan mesin masih menyala pelan. Lampu dalamnya redup. Sosok di balik kaca depan terlihat samar—namun cukup jelas bagi Matteo untuk mengenalinya. Lara. Tatapan Matteo langsung berubah. Bukan marah yang meledak. Bukan panik. Tapi waspada. Ia sudah belajar satu hal dari m

