Bab 180

2610 Words

Sekolah baru itu perlahan menjadi tempat yang terasa aman bagi Aidan. Hari-hari pertama yang dulu dipenuhi kecemasan kini mulai digantikan dengan rasa penasaran. Lingkungan berbeda. Wajah-wajah baru. Tidak ada yang tahu masa lalunya. Tidak ada yang berbisik aneh saat ia lewat. Dan di antara semua hal baru itu, ada satu hal yang tidak pernah ia duga. Namanya Gea. Pertama kali Aidan melihatnya saat jam istirahat kedua. Gea duduk di bawah pohon kecil di sudut halaman, menggambar di buku sketsa kecilnya. Rambutnya diikat dua, matanya besar dan jernih, alisnya tipis rapi. Wajahnya cerah dengan senyum yang tidak dibuat-buat. Aidan sebenarnya hanya lewat. Namun tanpa sadar langkahnya melambat. Gea mendongak. “Kamu anak baru ya?” Suaranya ringan. Aidan menelan ludah kecil. “Iya.” “Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD