Beberapa hari setelah mereka mengetahui bahwa bayi dalam kandungan Zenia adalah perempuan, rumah terasa seperti memasuki fase baru. Bukan hanya karena ada kabar “adik perempuan”. Tapi karena sejak hari itu, Matteo berubah sedikit. Atau lebih tepatnya… berubah banyak dalam satu hal. Belanja. Sabtu pagi itu, mereka memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan khusus perlengkapang bayi. Zenia sebenarnya hanya ingin melihat-lihat dulu. Membandingkan harga. Menentukan apa yang benar-benar dibutuhkan. Matteo? Ia datang dengan semangat seperti hendak membeli mainan baru untuk dirinya sendiri. Aidan berjalan di antara mereka dengan wajah bangga. “Aku punya adik perempuan,” katanya pada siapa pun yang tanpa sengaja menatap perut Zenia. Begitu masuk ke toko bayi, Zenia langsung terpapar warna-wa

