Zenia menatap Lucky dengan mata berkaca-kaca, rasanya campur aduk antara kesal dan sedih. Matanya yang memerah menahan air mata, tanbgannya menggenggam pinggangnya seolah mencoba menahan amarah. Matteo yang melihat itu segera mendekat, diikuti oleh Aidan yang sedikit ragu tapi khawatir. "Ada apa, Zenia?" tanya Matteo dengan suara lembut tapi tegas, matanya penuh kekhawatiran. Zenia menunjuk Lucky yang duduk di lantai, tampak polos tapi bersalah, kerupuk di sekitarnya sudah habis dimakan sebagian. "Lucky memakan kerupuk yang tadi Mama simpan sedikit untuk dicicipi," kata Zenia sambil suaranya sedikit bergetar, rasa kesal bercampur dengan rvasa sedih karena kerupuk itu adalah camilan favoritnya. Aidan menatap Lucky dengan heran. "Kenapa Mama sampai menangis? Kan cuma kerupuk," katanya sam

