pZenia menggenggam tangan Aidan erat saat mereka menuruni mobil menuju gerbang sekolah. Udara pagi itu sejuk, burung-burung berkicau di pepohonan, tetapi ada ketegangan yang terasa di udara karena Matteo menatap tegas pada pintu gerbang sekolah. Aidan berjalan di antara kedua orang tuanya, masih terlihat sedikit takut namun merasa baman karena ada mereka di sisinya. Begitu mereka memasuki halaman sekolah, Matteo berhenti di tengah, menatap para guru yang sedang bersiap menyambut murid-murid. Ia menarik napas dalam-dalam, menegakkan tubuhnya, dan suaranya terdengar tegas namun tenang saat berbicara. "Siapapun yang berani mengejek putraku atau mengatakan hal-hal yang tidak pantas pada Aidan, aku tidak akan segan-segan untuk membuat sekolah ini kehilangan donatur terbesar," katanya. Para gu

