Pagi itu cahaya matahari masuk lembut melalui tirai kamar bayi yang baru saja selesai direnovasi beberapa minggu lalu. Dindingnya masih tampak bersih dengan warna pastel yang dipilih Zenia, sementara di sudut ruangan ada lemari kecil berisi pakaian mungil yang sudah dilipat rapi. Althea Aurelia Ancelotti terbaring di dalam box bayi, mengenakan baju tidur putih dengan motif bunga kecil. Tangannya terangkat sedikit, dan tanpa sadar ia sedang mengulum jempolnya sendiri. Gerakan kecil itu begitu ptolos. Begitu alami. Begitu menggemaskan. Aidan berdiri di samping box bayi dengan dagu hampir menyentuh pagar kecilnya. Matanya berbinar. “Mama…” bisiknya pelan, takut membuat adiknya terbangun. Zenia yang duduk di kursi menyusui menoleh. “Iya?” “Dia lucu sekali.” Zenia tersenyum lembut. “

