Zenia memasuki ballroom hotel, matanya membesar melihat dekorasi yang mewah dan lampu kristal yang memantulkan cahaya ke seluruh rubangan. Meja-meja dipenuhi hidangan lezat dari berbagai jenis, mulai dari appetizer, salad, makanan utama, hingga dessert yang tampak menggoda. Zenia menatap semua makanan itu dengan tatapan penuh hasrat, napasnya sedikit tercekat. "Matteo, lihat semua makanan ini, aku ingin mencicipi sembuanya," katanya sambil menatap suaminya dengan mata berbinar. Matteo menahan langkah Zenia, menepuk lembut tangannya. "Sabar, Zenia. Jangan dulu, kita datang ke sini untuk memberi selamat pada Azora dan suaminya. Setelah itu kita bisa duduk dan kau bisa menikmati hidangannya perlahan," ujarnya dengan tenang. Zenia mengangguk, meski hatinya masih bergetar ingin mencoba semua

