Zenia tiba-tiba menghentikan langkahnya di tengah ruang keluarga. Tangannya refleks memegang perutnya, matanya menatap kosong beberapa detik seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat pentbing. Matteo yang sedang merapikan mainan Aidan langsung menoleh, begitu juga Aidan yang duduk di karpet. “Aku mau ke pantai,” ucap Zenia tiba-tiba. Matteo terdiam sesaat, lalu berdiri perlahan. “Ke pantai?” “Iya. Sekarang,” jawab Zenia dengan nada serius, nyaris tanpa ragu. “Aku mau bikin istana pasir yang besar sekali. Harus besar. Terus nanti istananya dikasih mahkota kastil yang bagus.” Aidan langsung berdiri dengan mata berbinar. “Istana pasir? Yang tinggi?” “Iya. Tinggi. Besar. Bagus,” jawab Zenia sambil mengangguk mantap. “Tapi sebelum ke pantai, kita harus beli mahkota kastilnya dulu. Sekar

