Bab 133

2439 Words

Matteo berdiri di dapur, menatap Zenia yang duduk di sofa sambil menatap kosong ke luar jendela. “Zenbia, aku tidak ingin kau melakukan apapun hari ini. Bahkan sekadar memasak,” katanya tegas tapi lembut, matanya menatap istrinya penuh perhatian. Zenia menghela napas panjang, matanya beralih ke Matteo, tersenyum tipis tapi ada sedikit kesal. “Aku tidak melakukan banyak hal, hanya ingin membuat sedikit kue atau menyiapkan makan siang,” katanya sambil menepuk lututnya. Matteo mendekat, menaruh tangan di bahu Zenia, lembut tapi menegaskan maksudnya. “Tidak, aku serius. Kau harus banyak istirahat. Kita punya pelayan yang bisa melakukan semua itu. Aku ingin kau duduk atau berbaring saja. Tubuhmu butuh istirahat, dan bayi juga.” Zenia menunduk sebentar, wajahnya menegang sedikit. “Tapi Matteo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD