Matteo duduk di samping ranjang Zenia, menggenggam tangannya yang lemas. Tubuh Zenia masih tidak bergerak, matanya tetap tertutup, napasnya teratur tapi lemah. Pagi itu di ruang periksa rumah sakit terasa sepi, hanya terdengar alat monitor berdetak dan langkah perawat yang sesekali mondar-mandir. Dokter kandungan menatap Matteo dengan tenang. “Tuan Matteo, tekanan darah Nona Zenia sudah kembali normal. Detak jantungnya stabil dan pernapasannya baik. Sekarang kita hanya perlu menunggu sampai ia siuman,” kata dokter sambil menyesuaikan beberapa alat di samping ranjang. Matteo menarik napas panjang. “Apakah kovndisinya aman Dokter?” tanyanya, suaranya lembut tapi jelas terdengar khawatir. Dokter mengangguk. “Ya Tuan Matteo. Semua svtabil sekarang. Tidak ada tanda bahaya. Anda tidak perlu k

