Malam turun perlahan di atas kota. Lampu-lampu jalan mulai menyala, memantulkan cahaya kekuningan di aspal yang sedikit basah setelah hujan ringan. Namun bagi Matteo, malam itu tidak terasa tenang sama sekali. Mobil hitamnya melaju cepat di jalanan kota. Di kursi pengemudi, Matteo memegang shetir dengan sangat kuat. Rahangnya mengeras. Tatapannya tajam seperti pisau. Ponselnya yang berada di dashboard kembali bergetar. Sebuah panggilan masuk. Matteo langsung menjawabnya. "Ya." Suara seorang pria terdengar dari seberang telepon. Itu adalah Victor, salah satu orang kepercayaan Matteo yang sejak tadi ia perintahkan untuk melacak mobil penculik. "Tuan Matteo, kami menemukan sesuatu." Matteo tidak berkedip. "Bicara." "Ada mobil yang cocok dengan rekaman kamera sekolah. Mobil itu tera

