Bab 107. Masih Punya Hati

1714 Words

"Mas, sejahat apa pun dia, dia tetap istrinya Kak Victor. Di dalam sana, suaminya lagi bertaruh nyawa. Jangan rampas hak dia buat nungguin suaminya, Mas. Demi Kak Victor, tolong tahan emosi kamu," pinta Aura dengan kedewasaan yang luar biasa, meski hatinya sendiri masih terasa nyeri jika melihat wajah kakak iparnya yang sempat membuat mentalnya terguncang karena perkataannya. Firdaus menatap mata istrinya, mencari keraguan, tapi yang ia temukan hanyalah ketulusan. Akhirnya pria itu mengalah. Ia mengembuskan napas kasar, lalu kembali duduk di kursi tunggu, memalingkan wajahnya dari Meisya, memberi isyarat tak langsung bahwa ia mengizinkan wanita itu mendekat. Meisya yang menyadari izin sunyi itu melangkah pelan dengan kepala tertunduk. Tidak ada teriakan histeris, tidak ada drama, tidak a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD