56. ARETA II

1150 Words

"Kayaknya Kakak belum tau, ya, orang seperti apa calon istri Kak Artha ini?" Sabil Reta balas genggaman tangan Artha dengan genggam serupa. Tangan-tangan itu saling bersua, menyentuhkan kulit mereka. Sedang mata saling menatap pemiliknya. Areta tersenyum. "Tenang aja." Menjeda sebelum kemudian dia lanjutkan, "Aku orang yang tau betul mana yang sekiranya penting bagi aku, dan nothing untuk hidup aku." Artha masih diam. Reta menunduk alihkan tatap pada dua tangan yang berpangku di atas pahanya, juga menggenggam jemari Kak Artha. Memainkannya. "Kata Mama, ibu kandungnya udah meninggal. Reta juga dulu sering diajak ke makam, namanya Celindia. Reta masih inget sampe sekarang ..." Yang Areta naikkan bola pandangnya, kembali pada lensa Artha yang sehitam batu alam. Dia tuturkan, "Jadi, K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD