dalam merah di ladang singkong

1604 Words

Matahari Desa Ghadita merangkak naik, membakar embun pagi yang masih menempel di rimbunnya dedaunan. Di sebuah jalan setapak yang diapit pohon jati, dua pemuda berjalan dengan langkah yang sangat kontras. Revan, yang batinnya masih compang-camping akibat dosa besar semalam, berjalan gontai dengan wajah pucat. Di depannya, Dika—si d***o yang otaknya hanya berisi makanan dan ide konyol—berjalan mengendap-endap dengan sarung melilit kepala. Mereka tidak menyadari, di antara hembusan angin pagi, seorang Ratu Jin sedang memperhatikan dengan tatapan haus akan kegilaan.] "Dik, pelan-pelan jalan lo! Lagian ini kebun siapa sih? Kita beneran dikasih izin kan sama yang punya?" tanya Revan sambil celingukan gelisah. Tangannya berkali-kali membetulkan letak kaosnya yang terasa gerah karena keringat di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD