Salah Belok

2042 Words

Debu jalanan Desa Ghadita beterbangan saat dua pasang kaki berlari seperti dikejar setan. Revan, dengan wajah yang masih memerah akibat adegan "k****t merah" Bu Wati, berlari dengan napas tersengal. Di depannya, Dika melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi orang bertubuh buncit, sambil tetap memeluk erat tiga batang singkong hasil jarahan. Namun, di tengah kepanikan itu, Revan tidak menyadari bahwa ia sedang dipandu oleh tawa ghaib menuju sebuah tempat yang jauh lebih berbahaya bagi iman dan kewarasannya.] "Dik! Pelan-pelan! Jangan lewat jalan utama, ntar ketemu Pak Juki!" teriak Revan sambil berusaha mengatur napasnya yang mulai habis. Tenggorokannya terasa kering, dadanya sesak. Dika menoleh sebentar, mukanya belepotan tanah dan keringat. "Lewat belakang, Van! Ikut gue! Kit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD