"PAPA NCIIIM!" Detik di mana Awan langsung mengecilkan volume panggilan, meski terlambat sebab orang-orang sekitar yang rupanya mendengar suara Badai menggelegar itu mulai merapat, berdiri berdesakan di belakang Awan, ingin lihat siapa gerangan di layar ponsel sebab video call itu. Suaranya tadi kiyowo sekali. Ditambah bilang papa. Bukankah anak Awan ada di sini? Tuh, lihat, Topan sedang duduk manis di bangku Tari sambil ngedot setelah tadi menyaksikan papanya take video. "Wah ... siapa, tuh?" "Mirip, Wan. Anak juga?" "Punya berapa anak, sih, kamu?" Dan ada yang diam saja, yang biasa merias wajah Awan sebelumnya, ikut berdiri melihat siapa gerangan suara bocil yang menyebut Awan 'Papa'. Awan meringis sebelum menanggapi, "Punya tiga, Bang. Ini anak yang kedua, Mbak. Namanya Badai, Ka

