Jilid II - 68: Serangan Badai

1542 Words

Wajah Awan kusut, nyatanya Nara nggak jadi minta itu. Eh, bukan. Bukan keinginan Nara yang batal, tetapi oleh sebab Badai yang bangun, disusul Topan, lalu Gempa hingga akhirnya Awan malah jadi menyuapi mereka. Malamnya, tetap tak terlaksana. Padahal Nara sempat bilang, "Nanti malam, ya, digasnya." Hilih! Mitos. Bahkan sebelum triplets pun Nara sudah teler duluan, dia tidur begitu nyenyak, mana tega Awan membangunkan. Jadi, ya, sudahlah, Awan sabar. Meski di esok hari raut Awan kecut dan wajahnya ditekuk. Gagal dapat jackpot sawadikap. Hingga kini tujuh hari telah berlalu dan Awan masih tak dapatkan itu, tak apa, tak jadi masalah, Awan bahkan lupa dan kembali ceria, dia mengajak Topan ke studio setelah tadi ribut dengan Badai. Awan berani mengajak Topan karena percaya anaknya yang itu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD