Jilid II - 68: Dengan Senang Hati

1443 Words

Tajam, tatapan Awan menghunus Alam laksana ujung jarum. Di mana yang ditatap pura-pura nggak peka, sengaja watados, bahkan sok cool di tempatnya, Alam diam saja. Ya udah, sih, kan cuma hamil. Kok, ya, lebay gini respons orang-orang? Hei! Bukan cuma Awan, lho. Mulai dari Rana, Guntur, Langit, bahkan Wala sudah tiga hari memusuhi papi mereka akibat momen kebobolan ini. Ular kobra di balik celana dalamnya patut diselentik, alias disentil biar tobat. Itu kata Rana, yang sering Alam balas dengan, "Alah, padahal yang keenakan juga kamu." Tampol adalah jurus ninja Rana menanggapi respons suami. Benar-benar tidak budiman! Rana kan jadi merah wajahnya. Ish, ish, sebal. Gitu amat dia punya laki. Yang lain sama, nggak? Jangan-jangan cuma laki Rana yang solimi. "Udah, dong. Gitu aja musuhan," celet

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD