Gerald berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya. Pagi itu kota terlihat sibuk seperti biasa. Namun bagi Gerald, hari itu terasa sedikit berbeda. Karena hari itu adalah hari ketika Aldo akhirnya kembali ke perusahaan setelah seminggu “bulan madu”. Sudut bibir Gerald terangkat tipis. “Seminggu,” gumamnya pelan. Ia sudah menunggu cukup lama. Di meja kerjanya, beberapa berkas laporan terbuka. Salah satunya berisi laporan keuangan perusahaan milik keluarga Aldo. Gerald membalik satu halaman dengan santai. Matanya menyipit sedikit. “Terlalu rapuh,” katanya pelan. Perusahaan itu memang terlihat besar di luar. Namun Gerald tahu persis... pondasinya tidak sekuat yang orang-orang kira. Dan Aldo… jelas bukan orang yang cukup cerdas untuk mempertahankannya. Gerald mengetuk meja d

