Aldo duduk sendirian di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai. Cangkir kopi di depannya sudah hampir dingin, tetapi sejak tadi ia hanya memegangnya tanpa benar-benar meminumnya. Pandangan Aldo kosong menatap ke arah jendela. Beberapa hari terakhir hidupnya terasa berantakan. Ia bahkan tidak tahu harus ke mana lagi menghabiskan waktu. Ia sengaja tidak pulang terlalu cepat. Ia juga tidak ingin pergi ke perusahaan. Setidaknya sampai hari yang sudah ditentukan itu tiba. Hari ketika ia akhirnya harus kembali muncul di perusahaan setelah seminggu “bulan madu”. Ayahnya berpikir ia sedang menikmati waktu bersama istrinya. Padahal kenyataannya… Aldo justru menghabiskan waktunya berkeliaran tanpa tujuan. Rasanya satu minggu itu berjalan sangat lama. Ia mengusap wajahnya dengan kesa

