24. Saat Kembali Terdesak

1326 Kata

Ponsel Aldo kembali bergetar. Ia mengerutkan dahi saat melihat nama dari pihak perusahaan. Dengan cepat ia mengangkatnya. “Ya?” Belum sempat ia bicara banyak, suara di seberang sana langsung menjelaskan sesuatu yang membuat wajah Aldo berubah. “Bagaimana bisa ditunda lagi?” potongnya tajam. Rahangnya mengeras. Tatapannya kosong beberapa detik, namun jelas terlihat emosi mulai menguasainya. “Cari solusi, bukan alasan!” bentaknya sebelum akhirnya memutus sambungan. Hening sejenak. Namun bukan ketenangan yang muncul, melainkan kekacauan yang semakin menjadi. Aldo mengusap wajahnya kasar. Sial. Semua jadi tidak berjalan sesuai rencananya. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar. “Mas…” Langkahnya terhenti sejenak. Ririn berdiri di dekat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN