25. Harga yang Sama, Dosa yang Kedua

1319 Kata

Hening memenuhi ruangan itu. Detik demi detik terasa semakin menekan. Aldo masih bersandar di kursinya. Namun kali ini… pikirannya tidak lagi berputar. Ia sudah tahu harus melakukan apa. Hanya saja... egonya masih berusaha menahan. Tangannya perlahan meraih ponsel di atas meja. Layarnya menyala. Nama itu… masih tersimpan. Gerald. Jari Aldo berhenti tepat di atas nama itu. Beberapa detik. Cukup lama. Seolah satu sentuhan saja… akan mengubah segalanya. Rahangnya mengeras. “Sial…” gumamnya pelan. Namun kali ini... tidak ada lagi jalan mundur. Ia menekan layar itu. Nada sambung terdengar. Satu kali. Dua kali. Setiap detik terasa lebih lama dari biasanya. Dan tanpa ia sadari, napasnya sedikit tertahan. Sampai akhirnya... “Ya.” Suara itu terdengar. Tenang. Datar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN