Pagi datang tanpa benar-benar memberi kelegaan pada Ririn. Sejak Aldo membanting pintu kamar dan pergi semalam, pria itu tidak kembali sama sekali. Ririn bahkan tidak sempat tidur. Ia hanya duduk di tepi tempat tidur semalaman, dengan d**a yang terasa sesak setiap kali mengingat pertengkaran mereka. Sesekali ia melihat layar ponselnya. Berharap ada pesan. Atau setidaknya panggilan dari Aldo. Namun sampai pagi datang… tidak ada apa-apa. Rumah terasa sangat sunyi. Ririn berdiri di ruang tamu dengan wajah pucat. Kepalanya terasa penuh oleh berbagai kemungkinan buruk. Ke mana Mas Aldo pergi? Apa dia baik-baik saja? Ia ingin mencari Aldo. Namun ia tidak tahu harus mulai dari mana. Beberapa kali Ririn hampir menghubungi ibunya sendiri. Namun tangannya selalu berhenti sebelum meneka

