"Lepas baju itu,” Aldo mengulangi ucapannya dengan dingin. Ririn berdiri kaku di tempatnya. Matanya masih penuh kebingungan. “Aku… hanya ingin..” “Jangan berpura-pura!” potong Aldo dengan suara keras. Ririn langsung terdiam. Aldo menatapnya dengan rasa kesal yang semakin jelas. “Sejak dulu kau memang seperti ini,” lanjutnya sinis. “Selalu mengikutiku ke mana-mana.” "Membuatku muak padamu!" Kalimat itu membuat d**a Ririn terasa sesak. “A-aku tidak pernah...” “Kau pikir aku tidak tahu?” Aldo tertawa pendek tanpa humor. “Dari kecil kau selalu ada di sekitarku. Selalu menempel seperti bayangan.” Ririn menggeleng pelan. “Itu karena kita berteman…” Namun Aldo tidak peduli dengan penjelasan itu. “Kalau bukan karena kau,” lanjutnya dengan nada penuh kemarahan, “hidupku tidak akan s

