Lila menarik napas perlahan sebelum akhirnya berbicara. Ia tahu satu hal dengan sangat jelas. Ia tidak boleh terlihat panik. “Mas Aldo…,” ucapnya pelan, mencoba membuat suaranya terdengar setenang mungkin. “Kau salah paham.” Di ujung telepon, Aldo tidak langsung menjawab. Lila segera melanjutkan sebelum pria itu semakin curiga. “Aku hanya tidak ingin masalahmu semakin besar,” katanya lembut. “Gerald bukan pria yang sederhana.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang terdengar seperti peringatan. “Kau tahu sendiri seperti apa dia.” Kalimat itu berhasil membuat Aldo terdiam. Lila menutup matanya sesaat. Ia tahu… ia harus mengalihkan pembicaraan. “Lagipula,” lanjutnya perlahan, “kalau sampai Gerald benar-benar tertarik pada Ririn… bukankah itu justru akan membuat

