Lila baru saja kembali ke kantor ketika pikirannya masih dipenuhi oleh bayangan mobil hitam yang parkir di depan kafe tadi. Mobil itu. Ia mengenalnya dengan sangat baik. Mobil Gerald. Langkah Lila terhenti sejenak di depan meja kerjanya. Tangannya menggenggam ponsel sedikit lebih erat dari biasanya. Ririn tidak tahu apa-apa. Ririn bahkan tidak sadar bahwa pria yang selama ini ia anggap buruk… justru datang hanya untuk melihatnya. Dan itu yang membuat d**a Lila terasa panas. Tidak. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Tanpa berpikir lama, Lila membuka daftar kontak dan menekan satu nama. Aldo. Beberapa detik kemudian panggilannya terhubung. “Halo?” suara Aldo terdengar agak berat dari seberang. Lila menarik napas kecil, lalu sengaja melembutkan suaranya. “Mas Aldo… maaf kala

